Timeline Sosial Media Ternyata Malah Sering Bikin Iri dan Minder. Kamu Ati-Ati ya, Squad!

Timeline Sosial Media Ternyata Malah Sering Bikin Iri dan Minder. Kamu Ati-Ati ya, Squad! image

How many times we scrolling social media timeline everyday? Bisa jadi jawabannya, nggak terhingga. Jujur deh, kalau tiap kali we’re scrolling down our Instagram timeline, kita selalu ngebandingkan diri kita dengan banyak hal yang kita lihat di dalemnya. Iya kan, Squad? Entah itu comparing fisik kita dengan fisik cewek lain, atau nasib kita dengan nasib cewek lain. Capek? Pasti. Tapi tetep aja dilakuin. Heran sendiri kan?

Terus sampe kapan dong kira-kira kebiasaan ini mau kita punya? Nggak bisa dipastiin sih, karena di-era kaya sekarang, mau nggak mau kita harus nelen tekanan sosial media. Tapi dari apa yang sempet AMAZARA pelajarin lewat Darling Magz, ada beberapa hal yang masih bisa kita lakuin buat meminimalisir kebiasaan iri yang tanpa sadar selalu kita lakuin ini. At least nggak jadi bumerang buat diri sendiri dan tetep melek informasi yes!

“Kenyataanya, nyaris nggak mungkin buat nggak comparing ourselves to others. Karena otak kita emang udah dari sononya diprogram buat menilai informasi yang ditangkap sama kedua mata kita.”

Social comparison is a natural part of our human development, but don’t get trapped

Sesekali coba deh catet hal yang pop up di kepala kamu pas ngeliat foto yang di-upload sama orang lain di Instagram, instead of memperpanjang komentar negatif di dalem kepala. Misal kamu kepikiran “I wish I had more followers.”

We have no control over hal yang pertama kali muncul di kepala kita pas lihat post seseorang di timeline. But when we choose to write it down instead of thinking more about it, kita bisa mulai nyaring pikiran selanjutnya yang kita punya.

 

Ask yourself more, so you know better about yourself

Setelah kamu sadar, apa sih hal yang kamu pikirin pas lihat posting orang lain di social media, then you need to ask yourself; “What am I believing about myself based on these thoughts?”

Bisa jadi pikiran berikutnya yang muncul adalah, “I wish I had more followers” atau “I would be happier and more confident if I had more followers”.

"Selanjutnya kamu bisa mikir; apakah hal yang kamu pikirin tentang post orang lain di sosial media emang penting banget buat dipikirin atau nggak."

 

Be honest with yourself now, jangan cuma fokus sama isi timeline orang lain

Hal paling jelek dari ngebiarin diri dimakan sama jelousy over social media adalah, kita lupa kalau;

“..setiap orang itu cuma bakal upload sesuatu yang dia mau semua orang tahu, which is udah pasti hal-hal yang bagus doang dong ya? Lebih milih upload sepatu mewah yang mahal misalnya, daripada sepatu kw yang murah."

Jadi, daripada ngebiarin diri kita iri sama orang yang bahkan mungkin nggak terlalu kita kenal, ada baiknya kita belajar lebih sayang sama diri sendiri. When we think ‘I would be happier and more confident IF I HAD MORE FOLLOWERS’ then we decided kalo kebahagiaan itu baru bisa terjadi saat hal itu benar terjadi di masa yang akan datang. Padahal, harusnya kita bisa ngerasa bahagia dan percaya diri sekarang juga dengan apa yang udah kita punya.

“Jangan biarin sosial media ngotak-ngotakin standard kebahagiaan kamu, Squad.”

Gimana kalo mulai sekarang, tiap kali ngerasa iri, kita bergerak kerja lebih keras buat jadi orang yang lebih baik lagi? Setuju kan? Kalo kamu sendiri, sebenernya apa sih yang paling gampang bikin iri dari isi sosmed orang lain? Mulai sekarang pokonya jangan pernah minderan lagi ya, Squad. Buat ningkatin kepercayaan diri kamu, AMAZARA juga punya tipsnya nih, tap this link ya! :D

Latest Posts