The Startup Way : 4 Hal Penting Buat Ngebangun Teamwork di Sebuah Startup

The Startup Way : 4 Hal Penting Buat Ngebangun Teamwork di Sebuah Startup image

Ini adalah buku kedua, lanjutan dari best sellerThe Lean Startup.’ Kamu udah baca belum nih, Squad? Kalo buku pertamanya lebih fokus pada startup tahap awal, buku kedua ini justru fokus buat nganterin startup yang udah bekembang biar bisa tumbuh lebih besar lagi.

Entrepreneurial management is a leadership framework designed specifically for twenty-first-century uncertainty.”

Buku ini bakal ngejawab pertanyaan, ‘langkah apa sih yang harus dilakuin buat ngebangun teamwork di sebuah startup atau perusahaan berkembang?’ Dan inilah 4 fase yang harus kamu lakuin berurutan, Squad!

1. ACCOUNTABILITY

First, kita mesti punya sistem reward & punishment yang simple dan sederhana aja, yang penting bisa drive performance team kita. Jangan sampe yang kerja bagus nggak dikasih reward, dan yang nggak niat kerja juga dibiarin aja tanpa hukuman.

“Kalau di AMAZARA sih kita berusaha buat selalu update KPI (Key Performance Indicator) buat setiap divisi.”

Misal divisi customer service, beda KPI sama divisi creative. Karena adil itu bukan berarti sama rata. Jadi kalo ada salah satu team yang nggak perform, biasanya kita kasih Surat Peringatan atau langsung cut / lay off.

 

2. PROCESS

Nah, kalo udah punya sistem, lihat prosesnya. Make sure koordinasi team antar divisi bagus, jadi nggak bakal ada yang namanya miskomunikasi. Dalam buku ini Eric Ries juga ngasih analisis buat perusahaan-perusahaan besar kaya Electric, Toyota, dan para startup raksasa kaya Amazon, Facebook, Airbnb, dan Twilio. Siapa tahu startup kamu bisa kaya mereka, kan?

 

3. CULTURE

Kalo udah punya accountability dan proses yang oke, nanti hasilnya bakal jadi culture perusahaan. Culture itu bukan tata tertib atau quotes yang ditempel di dinding lho, Squad.

“Tapi culture adalah ‘the way we do things’, jadi lebih ke kebiasaan team kita kaya gimana, dan hal yang satu ini nggak bisa dipalsuin.”

 

4. PEOPLE

The last one is about recruitment. Basically, buku ini bilang kalo culture kita bakal narik new hire yang karakteristiknya nggak jauh-jauh dari itu. So, if your company culture is ‘fun’, you’ll attract ‘fun people’ too. If your company culture is ‘formal,’ then ‘formal people’ will come to you.

Then, kalo kamu pengen punya tim yang solid di dalam startup yang kamu bikin, kamu perlu buat bersikap adaptif. Kamu harus bikin tim kamu saling adaptable satu sama lain. Terakhir, kalo kamu pengen startup yang kamu bikin sukses, you have to strike to the main purpose.

"Team work makes the dream work, it was showing by efforts."

Udah siap buat ngembangin startup kamu, Squad? Mau itu e-commerce yang jual sepatu lucu kaya AMAZARA, bikin aplikasi-aplikasi yang ngegampangin hidup banyak orang, atau startup-startup lainnya boleh aja kok kamu coba. Kalo mau tips lebih lengkapnya, silahkan kamu baca sendiri bukunya ya :D Kalo kamu ada saran buku lain buat kita review, silahkan kamu tulis di kolom komentar ya.

Latest Posts