Hoarding Bikin Kita Nggak Produktif. Tapi, Hoarding Itu Apa Sih?

Hoarding Bikin Kita Nggak Produktif. Tapi, Hoarding Itu Apa Sih? image

Pernah denger sebelumnya kata Hoarding Squad? Ini bukan nama makanan hehe apalagi nama boyband K-pop terbaru. Hoarding yang mau AMAZARA bahas kali ini adalah perilaku yang sebaiknya nggak kita punya—tapi kenyataannya hampir dimiliki semua orang. Termasuk founder AMAZARA sendiri, Kak Uma Hapsari.

“Secara sederhananya, Hoarding punya pengertian kebiasaan menimbun barang, yang diikuti dengan ketidak-mampuan kita buat menyingkirkan barang tersebut. Walaupun kita tahu itu nggak pernah kita pakai.”

Istilah ini populer sejak Marie Kondo (one of the 100 most influential people of 2015 versi majalah Times) merilis bukunya yang berjudul The Life-Changing Magic of Tidying Up. Buku ini bahkan udah berhasil kejual lebih dari 5 juta kopi di seluruh dunia~ hayo, udah ada yang baca terjemahan Indonesianya belum? :p

Bisa dibilang Marie adalah salah satu orang pertama yang secara serius belajar soal seni beres-beres. Dari kecil dia udah obses banget sama yang namanya kerapihan, semuanya dirapihin, nggak cuma rumah bahkan sampai ke ruang kelasnya. Berbagai teknik beres-beres yang paling efektif dia pelajarin. Marie bahkan pernah sampai bangun dengan sekujur tubuh kaku, gara-gara kebanyakan beres-beres Squad, yang bikin dia akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Sampai akhirnya dia berhasil jadi konsultan beres-beres professional yang dibayar buat membantu orang-orang yang butuh pertolongan. Kamu nggak ngerasa cocok jadi salah satu kliennya Squad? Yakin? Coba deh buka lemari bajumu dan cari satu pakaian yang udah berbulan-bulan ada di situ tapi nggak pernah kamu pakai? Pasti ada dong! Atau coba liat lagi, dari sekian banyak make up yang kamu punya, mana sih yang beneran kamu manfaatin buat kegiatan sehari-harimu? Atau jangan-jangan buku yang belum lama ini nggak sengaja kamu beli pas lewat toko buku juga belum sempet buat dibaca? :p

Kalo boleh jujur, setiap dari kita pasti punya kok jiwa Hoarding yang mungkin levelnya aja beda-beda. Tanpa kita sadari, kita sering susah buat lepas atau terbiasa pura-pura nggak peduli sama barang-barang kita yang sebenernya masih bisa bermanfaat (buat orang lain) tapi bukan buat kita. Bisa jadi, kebiasaan ini juga yang bikin kamu suka susah lepas dari mantan hehehe

Karena ternyata ada buanyak banget hal negatif yang bisa muncul dari kebiasaan Hoarding ini, salah satunya adalah jadi manusia yang nggak produktif dan sering kali (dengan sengaja) melewatkan banyak kesempatan baik dalam hidup. Udah banyak pengidap Hoarding yang mesti ketemu psikiater cuma biar bisa sembuh, walau ini belum populer ya kalo di Indonesia. Banyak juga pengidapnya yang ternyata juga mengalami stress, trauma, jadi korban bullying sampai korban broken home.

“Marie Kondo mengajarkan dalam bukunya untuk; memilih apa yang ingin kita simpan, bukan apa yang mau kita buang.”

Karena pemikiran ‘apa yang mau kita buang’ sebelum mulai membereskan sesuatu, justru membuat kita kerap gagal untuk benar-benar berhasil menyingkirkan apa yang tidak lagi bermanfaat. Beberapa dari barang yang kita miliki mungkin memang layak disimpan karena punya memori membahagiakan. Barang-barang yang membawa kebahagiaan. Tapi sebagian besar mungkin kita pertahankan dengan alasan ‘tidak ada salahnya disimpan’ atau ‘sayang kalo disingkirkan’.

“Padahal, Squad, salah satu cara biar bisa sepenuh hati mensyukuri hal-hal yang penting dalam hidup ini adalah menyingkirkan segalanya yang tidak lagi bermanfaat—walau mungkin tampaknya baik-baik saja.”

Coba deh mulai sekarang lihat ke sekeliling (mulai dari kamar kita aja), mana barang yang kalau kamu pegang ngasih kamu perasaan spesial, dan mana barang yang sebenarnya selama ini cuma geletakan aja—nggak berarti, yang bisa kita lepasin.

Sebenarnya setiap barang yang masih baik terlihat, mungkin memang bisa bermanfaat—bagi orang lain. Setiap kali nyoba ikhlas buat nyingkirin barang-barang itu, jangan lupa buat bilang makasih karena pernah bikin kamu bahagia bisa memiliki mereka. Ini tipsnya, biar kita lebih pandai buat ikhlas.

Karena banyak hal yang awalnya mengebu-gebu buat kita punya berakhir jadi benda transparan. Kita tahu mereka ada, tapi nggak lagi ngerasa ngeliat mereka. Anyway, Squad, di bukunya Marie juga ngingetin kalo ngerapihin barang itu bukan berarti nambah storage buat ngumpetin mereka, itu namanya jebakan batman!

Kamu percaya nggak Squad, kalo barang yang kita miliki adalah cermin kehidupan yang kita punya, dan kesulitan kita selama ini buat menyingkirkan banyak barang nggak terpakai bisa jadi juga cermin diri kita yang seringkali susah buat bilang ‘nggak’ ke orang lain. Jadi, esensi dari beres-beres bukan cuma biar meja kerjamu kelihatan jadi repih rapih atau lemari pakaianmu jadi punya space lebih besar aja Squad.

“Tapi gimana kamu bisa berhasil untuk memilih, memilah, melepaskan dan mensyukuri segala yang kamu punya dalam hidup ini. Do it now, and see what happens! You’ll be surprised.”

Hayo, kamu sendiri selama ini paling seneng numpuk barang apa dengan alesan yang dibuat-buat? Kalo AMAZARA sering suka beli buku yang akhirnya nggak kebaca nih.. Tulis ceritamu di kolom komen ya! Terus baca artikel tentang hobi yang bisa kasih kamu karier kece di link berikut!

Latest Posts