BUTUH NGGAK SIH JADI SARJANA?

BUTUH NGGAK SIH JADI SARJANA? image

Setiap perempuan punya cita-citanya masing-masing yah Squad, nggak terkecuali kamu. Dan setiap perempuan juga punya cara pandangnya masing-masing soal pendidikan formal. Walau kadang nih, mungkin kita suka kepikiran ‘Sebenernya butuh banget nggak sih gelar sarjana?’.

Pernah nggak ngerasa kalo pendidikan formal nggak jauh lebih penting daripada praktek?

Jawabannya tentu tergantung dari sisi mana kita ngeliat, dan dari tujuan kita ke depan seperti apa. Nah, coba jawab dulu 4 pertanyaan ini biar tercerahkan :

1. Kamu Pengen Jadi Apa?

Pertanyaan ini emang keliatannya simple, tapi nyatanya adalah penentu utama apa kamu perlu buat masuk ke bangku kuliah. Apa yang jadi cita-cita kamu jelas bakal bantu kamu banget buat ngejawab pertanyaan ini. Karena masa depan yang kamu impikan, adalah kuncinya.

Misalnya, kalo kamu emang pengen jadi pelukis, penulis, atau pemain music. Banyak sekolah yang emang bisa kasih kamu keterampilan khusus yang kamu butuhin, atau bahkan kamu bisa belajar sendiri alias otodidak. Lain cerita kalo kamu pengen jadi dokter atau lawyer, tanpa ijazah legal kamu nggak bakalan bisa masuk ke dunia kerja. Jadi pengen jadi apa, besok?

2. Kamu lebih pengen menghasilkan sesuatu dari kemampuanmu sendiri atau bekerja di bawah orang lain?

Jadi kamu pengen kerja di perusahaan besar atau kamu pengen kerja sendiri atau bahkan ngejalanin bisnismu sendiri? Kerja di perusahaan, atau bahkan di pemerintahan jelas butuh minimum pendidikan. Bahkan pendidikan bisa jadi standar berapa kamu bakal digaji. Jadi kalo dari sekarang cita-cita kamu adalah kerja di perusahaan besar, mending siap-siap buat masuk ke perguruan tinggi yang kece.

Tapi kalo kamu pengen punya bisnis sendiri, pengalaman dan jam terbang memang jadi penentu utama. Meskipun nggak salah juga punya gelar yang bakal bisa support bisnis kamu. Saran Amazara, kamu bisa rajin-rajin ambil professional short course atau seminar yang lebih spesifik mempelajari bisnis yang kamu geluti. Kalau kuliah kan materinya lebih general, luas dan butuh beberapa tahun. Sementara kalau kamu punya bisnis, akan sulit bagi fokus ke 2 hal dalam waktu bersamaan. Banyak brand besar yang lahir dari seseorang yang bahkan nggak lulus kuliah kok. Tapi, mereka tetep belajar dari sumber lain lho Squad. Jangan disalah artikan jadi stop learning ya!

3. Dalam lingkup cita-citamu, apa kamu butuh gelar? Apakah ada pendidikan minimum biar kamu bisa dapet kesempatan berkarier di dunia yang kamu suka?

Sekarang kalo udah tahu pengen jadi apa. Kamu bisa fokus buat milih pendidikan apa yang pengen kamu masuki. Formal atau informal. Kalau pun harus kuliah, cari tahu deh jurusan apa yang paling ‘fit’ sama cita-citamu. Jangan sampe salah jurusan, Karena banyak banget loh mahasiswa yang nggak kelar-kelar kuliahnya, karena maksain masuk ke fakultas yang sebenernya bukan kesukaannya—biar bisa punya gelar dan nyenengin orangtua aja. Be careful!

4. Jadi Apa Kamu Butuh Jadi Sarjana?

Kalo di Indonesia sendiri, kayanya emang kemampuan seseorang biasanya lebih dilihat dari pendidikan yang udah dia capai. Beberapa perusahaan bahkan mungkin nggak bisa ngelolosin kamu jadi kandidat (walau pun kamu punya kemampuan yang lebih baik dibanding lulusan sarjana) kalo kamu nggak punya ijazah yang sesuai. It’s kind of sad sih sebenarnya. Tapi jangan pernah jadiin ini alasanmu nggak mencoba buat meraih impianmu. Karena nothing is impossible. Percaya deh, di mana ada kemauan, di situ pasti ada jalan :D

Dan kalau kamu mau memilih jalan untuk otodidak berani mulai bisnis kamu sendiri dari nol, baca deh tulisan founder Amazara, kak Uma Hapsari, tentang Cara Bikin Online Shop Meskipun Nggak Pede Banget!

 

- Teks by falafu, edited by umahapsari, sourced from createcultivate

Latest Posts